Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin mengkhawatirkan, dengan prevalensinya yang tinggi dan memengaruhi baik negara maju maupun negara berkembang, tanpa memandang batasan etnis, jenis kelamin, dan usia. Sementara itu, minat global terhadap diet semakin meningkat, dan banyak orang yang terobsesi dengan diet-diet tertentu, menganggapnya sebagai solusi ajaib untuk masalah jangka panjang mereka. Fad diet adalah pola makan populer yang dikenal sebagai solusi cepat untuk mengatasi obesitas. Diet-diet ini cukup menarik karena klaim-klaim yang diajukan, namun kurangnya bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut menjadi pertanyaan besar. Diet-diet ini sering dipasarkan dengan klaim spesifik yang bertentangan dengan prinsip dasar biokimia dan kecukupan nutrisi tubuh.
Meskipun diet-diet ini mungkin memiliki efek protektif terhadap obesitas dan beberapa penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan beberapa jenis kanker, bukti ilmiah yang ada untuk mendukung klaim tersebut sangat terbatas. Sebaliknya, beberapa studi justru menunjukkan dampak negatif bagi kesehatan dari menjalani pola makan tersebut dalam jangka panjang. Banyak fad diet yang muncul dalam beberapa dekade terakhir. Artikel tinjauan ini akan mengeksplorasi bukti terkini yang berkaitan dengan dampak kesehatan dari beberapa diet paling populer, antara lain diet Atkins, diet ketogenic, diet Paleolitik, diet Mediterania, diet vegetarian, intermittent fasting, dan diet detoks.
Apa Itu Fad Diet?
Fad diet adalah pola makan yang cepat populer namun sering kali tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Diet ini biasanya menjanjikan penurunan berat badan yang cepat dan mudah, tetapi sering kali tidak berkelanjutan atau bahkan berisiko bagi kesehatan. Fad diet sering menarik perhatian karena klaim yang tidak realistis atau janji penyelesaian instan terhadap masalah kesehatan seperti obesitas. Meskipun klaim tersebut terkadang menggiurkan, penting untuk mengingat bahwa kesehatan yang baik membutuhkan pendekatan yang lebih holistik dan jangka panjang.
- Diet Atkins
Diet ini mengurangi konsumsi karbohidrat secara drastis dan meningkatkan konsumsi lemak serta protein. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan penurunan berat badan yang cepat, diet ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika dilakukan dalam jangka panjang, terutama karena tingginya konsumsi lemak jenuh. - Diet Ketogenik
Diet keto adalah diet yang sangat rendah karbohidrat dan tinggi lemak, bertujuan untuk memasukkan tubuh ke dalam kondisi ketosis, di mana tubuh membakar lemak untuk menghasilkan energi. Meskipun bermanfaat untuk penurunan berat badan dalam jangka pendek, diet ini dapat menyebabkan masalah seperti kelelahan, gangguan pencernaan, serta peningkatan risiko penyakit jantung jika dilakukan dalam waktu lama. - Diet Paleolitik
Diet ini mendorong konsumsi makanan yang dipercaya ada pada zaman prasejarah, seperti daging, ikan, buah, dan sayuran, sambil menghindari makanan olahan, biji-bijian, dan produk susu. Meskipun ada manfaat untuk meningkatkan konsumsi makanan alami, diet ini sangat membatasi beberapa kelompok makanan yang diperlukan tubuh, seperti biji-bijian dan produk susu, yang dapat mengarah pada kekurangan nutrisi. - Diet Mediterania
Berbeda dengan diet lainnya, diet Mediterania berfokus pada konsumsi makanan yang tinggi lemak sehat, terutama dari minyak zaitun, ikan, serta buah dan sayuran. Diet ini didukung oleh banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan manfaat untuk kesehatan jantung, penurunan risiko kanker, dan peningkatan kualitas hidup. Ini adalah contoh diet sehat yang lebih berkelanjutan dan didukung oleh bukti ilmiah. - Diet Vegetarian
Diet yang menghindari produk hewani ini telah terbukti memiliki banyak manfaat, seperti penurunan risiko penyakit jantung dan kanker. Namun, diet ini perlu perencanaan yang matang agar tidak kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B12, zat besi, dan kalsium. - Intermittent Fasting
Puasa bergantian melibatkan periode makan dan puasa dalam interval waktu tertentu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan metabolisme tubuh. Namun, diet ini tidak cocok untuk semua orang dan dapat menimbulkan masalah bagi mereka yang memiliki gangguan makan atau diabetes. - Detox Diet
Diet detoks sering kali diklaim dapat membersihkan tubuh dari racun dan memperbaiki sistem pencernaan. Namun, tubuh kita sudah memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan racun melalui organ hati dan ginjal. Mengikuti diet detoks yang ekstrem justru dapat mengganggu keseimbangan nutrisi tubuh dan berisiko menyebabkan efek samping.
Gizi Seimbang: Pendekatan yang Lebih Sehat dan Berkelanjutan
Meskipun banyaknya fad diet yang muncul, gizi seimbang tetap menjadi pendekatan terbaik yang didukung oleh penelitian ilmiah untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal. Gizi seimbang melibatkan konsumsi makanan dari semua kelompok nutrisi dalam proporsi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Pendekatan ini lebih berkelanjutan dan tidak menekankan pengurangan atau pembatasan drastis terhadap jenis makanan tertentu. Komponen makanan yang mengandung gizi seimbang mencakup:
- Karbohidrat kompleks: Mengutamakan sumber karbohidrat seperti nasi merah, gandum, dan sayuran yang menyediakan energi secara bertahap.
- Protein sehat: Menyediakan tubuh dengan protein yang berasal dari sumber alami seperti ikan, daging tanpa lemak, serta tahu dan tempe untuk vegetarian.
- Lemak sehat: Memilih lemak sehat dari minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan berlemak.
- Vitamin dan mineral: Menjaga tubuh tetap sehat dengan memastikan asupan sayur dan buah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
- Air: Memastikan kecukupan cairan dengan banyak minum air putih setiap hari.
Pendekatan gizi seimbang ini tidak hanya mendukung penurunan berat badan yang sehat tetapi juga memperbaiki kesehatan jangka panjang dengan mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Meskipun berbagai fad diet menawarkan klaim penurunan berat badan yang cepat dan solusi instan untuk obesitas, kebanyakan dari diet ini tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat dan berisiko memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Sebaliknya, gizi seimbang adalah pendekatan yang lebih berkelanjutan dan didukung oleh banyak penelitian yang menunjukkan manfaat jangka panjang bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Pola makan yang sehat dan seimbang, yang melibatkan konsumsi makanan dari semua kelompok nutrisi dalam proporsi yang tepat, adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit kronis dan mencapai berat badan yang sehat secara permanen. Sebelum mengikuti tren diet apapun, penting untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap tubuh dan memastikan bahwa pola makan Anda memberikan manfaat jangka panjang.
Daftar Pustaka
- Adeola, O. L., Agudosi, G. M., Akueme, N. T., Okobi, O. E., Akinyemi, F. B., Ononiwu, U. O., Akunne, H. S., Akinboro, M. K., Ogbeifun, O. E. & Okeaya-Inneh, M., 2023. The effectiveness of nutritional strategies in the treatment and management of obesity: A systematic review. Cureus, 15, e45518.
- Anderson, K., 2023. Popular fad diets: An evidence-based perspective. Progress in Cardiovascular Diseases, 77, pp.78-85. ISSN 0033-0620. Available at: https://doi.org/10.1016/j.pcad.2023.02.001
- Contreras, F., Al-Najim, W. & le Roux, C. W., 2024. Health benefits beyond the scale: The role of diet and nutrition during weight loss programmes. Nutrients, 16(21), p.3585. Available at: https://doi.org/10.3390/nu16213585.
- Hassapidou, M., Vlassopoulos, A., Kalliostra, M., Govers, E., Mulrooney, H., Ells, L., Salas, X. R., Muscogiuri, G., Darleska, T. H., Busetto, L. et al., 2023. European Association for the Study of Obesity Position Statement on Medical Nutrition Therapy for the Management of Overweight and Obesity in Adults Developed in Collaboration with the European Federation of the Associations of Dietitians. Obesity Facts, 16, pp.11-28.
- Kim J. Y. 2021. Optimal Diet Strategies for Weight Loss and Weight Loss Maintenance. Journal of obesity & metabolic syndrome, 30(1), 20–31. https://doi.org/10.7570/jomes20065.
- Puspita, B., Lestari, A. & Andayani, T., 2024. The relationship between fad diet, body image, stress, peer pressure with eating disorders in adolescent girls aged 16-18 years. Amerta Nutrition, 8(1), pp.49-57.
- Rosenbaum, M., 2023. Appetite, energy expenditure, and the regulation of energy balance. Gastroenterology Clinics of North America, 52, pp.311-322.
- Yanuarti, S., Moviana, Y., Mutiyani, M., Mulyo, G. P. E. & Isdiany, N., 2022. Pengetahuan fad diet, gizi seimbang dan persepsi body image pada remaja putri di SMA. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 2(3). Available at: https://doi.org/10.34011/jks.v2i3.879.

